Kamis, 21 Juni 2018
Hasil Rapat Dengan KPU Soal Tahapan
1.Pendaftaran Calon Anggota DPD RI: 2 Juli 2018 – 8 Juli 2018;
2.Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI: 21 September 2018 – 23 September 2018;
3.Pengajuan Daftar Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018 – 17 Juli 2018:
4.Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 21 September 2018 – 23 September 2018;
*5.Pendaftaran Pasangan Calon Presiden – Calon Wakil Presiden: 4 Agustus 2018 – 10 Agustus 2018;*
*6.Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018;*
*7.Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018;*
*8.Kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden: 23 September 2018 – 13 April 2019;*
*9.Masa Tenang: 14 April 2019 – 16 April 2019;*
*10.Pemungutan dan Penghitungan Suara: 17 April 2019;*
*11.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April – 22 Mei 2019;*
12.Peresmian Keanggotaan: a. DPRD Kabupaten/Kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD Provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019;
Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:
1.Sosialisasi: 18 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;
2.Kampanye Putaran II: 22 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;
3.Masa Tentang: 4 Agustus 2019 – 6 Agustus 2019;
*4.Pemungutan Suara: 7 Agustus 2019;*
*5.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 15 Agustus – 1 September 2019;*
*6.Penetapan hasil Pemilu: 2 September 2019 – 4 Septembe 2019;*
7.Penetapan hasil Pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengket): 17 September 2019 – 23 September 2019; dan
8.Sumpah Janji Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden: 20 Oktober 2010
PKPU No. 7/2017: Capres/Cawapres 2019 Didaftarkan 4-10 Agustus 2018, Pemilu Serentak 7 April 2019
Sumber : http://setkab.go.id/pkpu-no-72017-caprescawapres-2019-didaftarkan-4-10-agustus-2018-pemilu-serentak-7-april-2019/ :
Sabtu, 02 Juni 2018
Karang Bongkok Nan Misterius
Menjelajahi tempat-tempat baru yang masih asing menjadi tantangan tersendiri bagi pencinta uji adrenalin. Tidak harus melakukan aktifitas ekstrim, kadang di Pulau yang cantik pun kita akan mendapat pengalaman yang berbeda daripada hanya berdiam diri di rumah. Anda pernah berkunjung ke Pulau Karang Bongkok?
Untuk sampai ke Pulau Karang Bongkok, kita dapat menempuh perjalanan menggunakan kapal dari Pulau Pramuka sekitar 90 menit. Pulau yang termasuk ke wilayah konservasi ini masih cenderung sepi. Kita bisa menjelajah sudut-sudut pulau dan menyusuri keindahannya. Kita juga dapat membuktikan kenapa hasil jelajah di internet banyak yang menyebutkan bahwa Pulau Karang Bongkok terkenal sebagai Pulau yang misterius.
Untuk sampai ke Pulau Karang Bongkok, kita dapat menempuh perjalanan menggunakan kapal dari Pulau Pramuka sekitar 90 menit. Pulau yang termasuk ke wilayah konservasi ini masih cenderung sepi. Kita bisa menjelajah sudut-sudut pulau dan menyusuri keindahannya. Kita juga dapat membuktikan kenapa hasil jelajah di internet banyak yang menyebutkan bahwa Pulau Karang Bongkok terkenal sebagai Pulau yang misterius.
Penulis
Firmansyah Mawero
Rabu, 30 Mei 2018
Generasi Milenial
Penggunaan media sosial yang terus meningkat memantik perdebatan sengit di antara para psikolog: apakah 'kids zaman now' lebih narsis daripada generasi sebelumnya?
Di beberapa lokasi di Mustika Jaya, saya sering memperhatikan, banyak anak muda, baik lali-laki maupun perempuan muda, sering menghabiskan waktu berjam-jam, hanya untuk bersenda gurau atau sekedar menghabiskan isi memori handphone mereka, yang tentunya hasilnya tidak akan pernah dicetak sampai kapanpun.
Asumsi saya justru, generasi milenial yang sedang booming ini, seperti tidak ada kegiatan lain, selain kongkow, bermotor ria, sampai menghabiskan malam bersama dengan teman sejawatnya.
Betapa maraknya fenomena ini, sehingga, kadang memicu streotip negatif tentang perilaku mereka yang kebanyakan, menimbulkan pandangan negatif dari masyarakat sekitar.
Sulit menepis kesan bahwa para generasi milenial, justru melihat dirinya sebagai pusat alam semesta, bahwa mimpi-mimpinya sungguh menarik dan penting.
Seperti inikah anak muda zaman sekarang atau "milenial" (orang yang lahir setelah tahun 1980)? Didorong kesempatan tak terbatas untuk promosi diri dan refleksi diri di media sosial, ditambah budaya yang bisa dibilang lebih menekankan pentingnya penghargaan diri daripada pembelajaran, apakah kepribadian anak muda berubah dari generasi sebelumnya, menjadi lebih narsis dan egois ??
Kalau dicermati diluar sana, justru banyak generasi milenial, yang sedang bersaing ketat, untuk menempati posisi startegis dalam bidang apapun di negeri tercinta ini.
Dari bidang fisika sampai cabang olahraga meraka buktikan dengan kerja keras, dan tentunya bersungguh-sungguh untuk mencapai target yang mereka inginkan.
Saya sebagai penulis, hanya berharap, para generasi milenial di Mustika Jaya, dapat melakukan hal yang sama, dengan didukung oleh para orang tua mereka, untuk bisa mendorong mereka ke arah yang baik, agar generasi muda ini, bisa ikut andil dalam memajukan Bangsa kita yang tercinta ini.
Karena tanpa campur tangan dari semua pihak yang terkait, para generasi yang sedang hilang arah ini, malah justru makin jauh dari harapan mereka sendiri, yaitu membanggakan Bangsa, keluarga dan dirinya sendiri.
Jangan sampai mereka hanya menjadi, penghancur di generasi yang justru, sangat diharapkan menjadi generasi penerus Bangsa yang bermartabat ini.
Penulis
Firmansyah Mawero